Jumat, 26 Oktober 2012

Ayoo order aneka bros

yang ini terbuat dari kain batik

 yang ini dari kain pecah blejer

















order ja ke no 085352595034 atau inbox ja di http://www.facebook.com/de.nurhasanah

Sabtu, 23 Juni 2012

Lagu Bakti Guru


"Bakti Guru"
Aku jadi bisa menulis dan membaca
karna siapa…
Aku jadi tahu beraneka ragam ilmu
karna siapa…
Aku jadi pintar di bimbing bu guru…
Aku jadi pandai di bimbing bu guru…
Guru bak pelita,penerang dalam gulita
Jasa mu tiada tara..

Minggu, 01 April 2012

Reduksi Didaktik dalam Pembelajaran Fisika


Contoh Reduksi Didaktik  dalam Pembelajaran Fisika
1.      Kembali kepada tahapan Kualitatif
Contohnya pada gafik  suhu terhadap waktu  katika terjadi perubahan wujud zat
                         

Gafik suhu terhadap waktu berrdasarkan gambar. Pada grafik tersebut terlihat bahwa suhu lebur (cair) dan suhu beku berada pada titik tang sama, namun berbeda wujud . artinya titik lebur (cair) dan titik beku sama besarnya. Terlihat pula bahwa ketika mencair dibutuhkan kalor dan ketika membeku dilepaskan kalor.

2.      Pengabaian
Misalnya pada perpindahan kalor secara konveksi. Untuk lebih mudah sering dianalogikan  seperti “ketika beberapa orang memindahkan buku dari satu lemari ke lemari yang lain, orang tersebut ikut bergerak, yaitu berjalan membawa buku dari satu lemari ke lemari yang lain.setelah menyimpan buku di di lemari kedua, kamu akan kembali lagi untuk mengambilnya dan begitu seterusnya” hal tersebut merupakan hasil reduksi dari hasil temuan yang sangat kompleks dan rumit. Akan tetapi agar temuannya itu dapt dipahami oleh orang lain maka menyampaikannya seperti diatas.

3.      Penggunaan Penjelasan Berupa Gambar, Simbol Seketsa dan Percobaan
Contoh penggunaan penjelasan berupa gambar pada konsep tata surya.



Gambaran umum Tata Surya (Ukuran planet digambarkan sesuai skala, sedangkan jaraknya tidak): Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, Haumea, Makemake dan Eris.
Dengan media gambar. Guru lebih mudah menjelaskan dan siswa pun lebih mudah memahaminya.

4.      Penggunaan Analogi
Contohnya yaitu pada konsep perpindahan kalor secara konduksi,  pengertian dari konsep perpindahan kalor secara konduksi ialah perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut.
perpindahan kalor secara konduksi dianalogikan seperti perpindahan buku secara estafet. Misalnya guru menyuruh siswa untuk menindahkan buku dari satu lemari ke lemari yang lain dengan cara duduk berjejer di bangku panjang dalam keadaan tidak berpindah tempat, siswa memindahkan buku-buku tersebut secara estafet dari satu tangan ke tangan yang lainnya. Seperti yang diketahui, zat terdiri atas partikel-partikel. Buku-buku tersebut dianalogikan sebagai kalor dan siswa sebagai partikel-partikel.

5.      Penggunaan tingkat Perkembangan sejarah
Contohnya pada konsep Frekuensi getaran. Frekuensi getaran dilambangkan dengan f dan satuannya hertz (Hz). Pada saat guru menjelaskan konsep frekuensi, guru juga menjelaskan sejarah kenapa satuan dari frekuensi adalah hertz. Satuan tersebut diambil dari seorang tokoh fisikawan yaitu Heinrich Rudlof Hertz, beliau adalah seorang fisikiawan Jerman yang menemukan gelombang radio. Selain itu, ia berhasil menciptakan pesawat pemancar dan penerima gelombang  radio serta mendemontrasikan bahwa panas dan cahaya merupakan jenis gelombang elektromagnetik. Oleh karena itu nama Hertz diabadikan sebagai satuan frekuensi.

6.      Generalisasi
Misalnya pada konsep momentum.
Bola sepak yang ditendan dengan keras lebih sulit untuk dihentikan dari pada ketika bola tersebut dilemparkan. Dan bola besi yang digerakan untuk olah raga tolak peluru lebih sulit dihentikana dari pada bola sepak, jadi keduanya memiliki kelajuan yang sama. Fakta ini menyiratkan bahwa ukuran kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan gerakannya pada kelajuan konstan adalah hasil kali massa m dan kecepatan v, yang disebut momentum. Semakin besar massa suatu benda semakin bessar pula momentumnya. Jadi momentum p suatu benda dapat dirumuskan sebagai:
P = m v
Dengan:
p = momentum ( kg m/s)
m = massa benda (kg)
m = kecepatan benda (m/s)
pada uraian diatas penjelasannya diuraikan dalam bentuk yang sangat rumit dan kompleks  sehuingga sulit memeknai maksud dari uraian tersebut. Maka arus meramunya danmencari kata-kata yang simple untuk memeknai dan maksud dari hal tersebut.  Misalnya  dengan meramu dalam bentuk matematis seperti diatas.
7.      Partikularisasi
Misalnya pada konsep Hukum I Newton. Secara umun “ ssebuah benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan jika tidak  ada resultan gaya yang bekerja pada benda itu”.
Bagian pertama dari pernyataan hukum I Nemton yaitu srbuah benda akan tetap diam apabila benda tidak dikenai gaya.
Bagian kedua yaitu jika lintasan awal gerak benda itu adalah lurus , maka mengubah bentuk lintasan dari gerak benda itu perlu suatu sentuhan (gaya atau resultan). Begitu pula jika ingin mengubah kecepatan maka memerlukan gaya. Jadi bila tidak ada gaya atau resultannya nol. Maka bentuk lintasan lurus dan kecepatan benda akan tetap. Hal ini menyebabkan seringnya hukum I Newton disebut sebagai hukum kelembaman.
Biasanya siswa tidak terlalu mengerti apabila guru hanya menjelaskan pengertian umum dari hukum I Newton. Terutama pada bagian kedua yaitu pada hukum kelembaman.

8.      Penggabaian pembedaan pertanyaan Konsep
Contoh definisi tata surya
a.       Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
b.      Tata Surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan    benda langit (meteor, asteroid, komet) dan sebagainya.
c.       Tata surya dalam bahasa inggris disebut solar system terdiri dari sebuahbintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Pengertian tata surya yang lain adalah kumpulan benda-benda langit dimana matahari sebagai pusatnya. Tata surya menurut ilmu pengetahuan yang terbaru dikelilingi oleh delapan buahplanet yang sudah diketahui dengan orbit.
d.      Tata surya adalah salah satu contoh keselarasan indah yang paling mengagumkan yang dapat disaksikan. Terdapat sembilan planet dengan lima puluh empat satelit yang diketahui dan benda-benda kecil yang jumlahnya tidak diketahui. planet-planet utama dihitung menjauh dari matahari adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Ura-nus, dan Neptunus.

Kesimpulannya:
Pengertian tata surya adalah kumpulan benda-benda langit dimana matahari sebagai pusatnya. Tata surya menurut dikelilingi oleh delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai (asteroid) , dan satelit-satelit alami.